Skip to main content

Umat Terbaik • Fatwa NU

Umat Terbaik • Fatwa NU

Secara bahasa ma’ruf berarti diakui, diketahui, dimaklumi. Maksudnya, sebuah perbuatan adalah baik menurut pengakuan nurani juga masyarakat secara umum. Sementara munkar bermakna sebaliknya, yakni diingkari, ditentang, dilawan. Maksudnya, sebuah perbuatan adalah buruk menurut pengingkaran nurani juga masyarakat secara umum. .
Kedua istilah tersebut lebih sering terkait dengan konteks kemasyarakatan ketimbang urusan individu. Istilah ma’ruf  sendiri seakar kata dengan ‘urf yang berarti kebiasaan umum di masyarakat. Suatu perbuatan bisa saja dikatakan maksiat tapi belum tentu disebut munkar. Orang yang telanjang bulat di jalanan tentu tidak cukup disebut maksiat tapi juga munkar karena berhubungan dengan kenyamanan, keamanan, norma, dan pemakluman masyarakat secara umum. .
Amar ma’ruf nahi munkar ibarat proses pengobatan oleh dokter ahli. Ia membutuhkan metode, strategi, tahapan-tahapan yang benar, sehingga tujuan untuk menyembuhkan sebuah penyakit tercapai, atau setidaknya tidak membuatnya kian kronis. Amar ma’ruf nahi munkar jika tidak mempu membenahi setidaknya tidak membuatnya kian parah. .
Mengapa membutuhkan cara dan tahapan yang benar?
.
Jika membangun rumah—benda mati—saja seseorang membutuhkan metode, apalagi bila yang dihadapi adalah makhluk hidup yang berakal, memiliki watak tertentu, kondisi psikologis, dan konteks permasalahan yang sangat mungkin berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Terlebih amar ma’ruf nahi munkar adalah upaya membangun khaira ummah (umat terbaik).
.
Cara dan tahapan yang benar niscaya dilakukan. Sebab jika tidak demikian, patologi masyarakat bisa jadi semakin buruk, pencegahan kemungkaran berbuah kegaduhan yang tak perlu, atau kian mempertajam konflik di masyarakat. .
Syekh Abdul Hamid asy-Syarwani dalam Hasyiyah asy-Syarwani ala Tuhfahtil Muhtaj jilid 7 mengatakan, “Wajib bagi orang yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar untuk bertindak dengan cara paling ringan dulu kemudian agak berat. Ketika kemungkaran sudah bisa hilang dengan ucapan yang halus, maka tidak boleh dengan ucapan yang kasar. Dan begitu seterusnya.”
.


Penjelasan Syekh Syarwani ini memperkuat bahwa hadits amar ma’ruf nahi munkar yang disebutkan tadi adalah tentang urutan tingkatan maksimal, bukan urutan tahapan berdakwah. Dalam proses amar ma’ruf nahi munkar seseorang tetap dianjurkan untuk melewati cara-cara yang paling meringankan masyarakat, baru ketika tidak atau kurang berhasil melangkah ke tahapan lain yang agak tegas. Ini juga merupakan konsep tadrîjî (dakwah secara gradual) sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah.

Lapangan amar ma’ruf nahi munkar sangat luas. Tidak mungkin satu orang melakukan semuanya. Karena itu orang yang melakukannya harus memilih skala prioritas. Dalam urusan yang berkaitan dengan keamanan atau kasus hukum, misalnya, tugas amar ma’ruf nahi munkar mesti diserahkan kepada aparatus negara yang memang berwenang menangani masalah ini. Sementara masyarakat sipil bisa mengambil peran lain lewat pendidikan, dakwah santun, pendekatan personal, dan sejenisnya.

Yang lebih penting lagi dari tahapan ini adalah sasaran dari amar ma’ruf nahi munkar itu sendiri. Sebelum pelaku menerapkannya kepada orang lain, seseorang harus menerapkannya pada dirinya sendiri. Sebagaimana kata orang bijak, “dalam berdakwah hendaknya orang keras pada diri sendiri dan lembut-penuh kasih sayang pada orang lain.”

Comments

Popular posts from this blog

Biografi Ibnu Sina • Nasehat Islam

Ibnu Sina  adalah seorang ilmuwan Muslim yang terkenal di dunia. Ia seorang ilmuwan dengan pemikiran-pemikiran yang cerdas mendasari ilmu kedokteran modern. Ia banyak disebut sebagai "Bapak Kedokteran Modern." George Sarton menyebutnya sebagai "Ilmuwan Paling Terkenal dari Islam dan Salah Satu yang Paling Terkenal Pada Semua Bidang Tempat, dan Waktu". Ia lahir pada zaman keemasan peradaban Islam, sehingga ia disebut sebagai tokoh Islam dunia. Ibnu Sina juga seorang penulis yang produktif, sebagian besar karyanya membahas tentang filsafat dan pengobatan. Ia adalah satu-satunya filsafat besar  dalam Islam yang berhasil membangun sistem filsafat yang lengkap dan terperinci, suatu sistem yang telah mendominasi tradisi filsafat muslim hingga beberapa abad. Karyanya yang paling terkenal adalah  The Book of Healing  dan  The Canon of Medicine , dikenal juga sebagai Qanun  yang digunakan sebagai Referensi di bidang kedokteran selama berabad-abad. Ibnu Sina ...

Kisah Rasulullah Yang Tidak Memberi Minum Aisyah

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang dari perjalanan jihad fisabilillah diiringi para sahabat. Sementara itu di pintu gerbang kota Madinah, Aisyah r.a menunggu dengan rasa rindu. Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di tengah kota Madinah. Aisyah r.a bahagia menyambut suami tercinta. Tiba di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beristirahat melepas lelah. Aisyah di belakang rumah sibuk membuat minuman utk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba tiba Aisyah berkata: “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, “Yaa Rasulullah bi...